Pengertian Jenis Puisi Lama Dan Jenis Puisi Baru Paling Lengkap

Advertisement
Pengertian Jenis Puisi Lama Dan Puisi Baru- Menurut Damayanti yang mengemukakan bahwa puisi baru adalah puisi yang tidak terikat seperti puisi lama. Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima. Namun demikian, bentuk puisi lama tetap mempengaruhi penulisan puisi baru. Berdasarkan pendapat  para ahli di atas dapat di simpulkan bahwa puisi baru adalah bentuk puisi bebas yang tidak begitu terikat seperti puisi lama.

Dalam penyusunan puisi baru mengenai rima dan jumlah baris setiap bait tidak terlalu dipentingkan. Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima. Nama pengarang puisi baru sudah dicantumkan. Rizal (2010:75)

Sekarang biar lebih jelas juga lengkap silahkan simak langsung dibawah ini mengenai perbedaannya dan Pengertian Jenis Jenis Puisi Lama Dan Puisi Baru lengkap dengan contohnya,bahkan saya kasihtau dengan ciri ciri puisi lama dan baru terlihat jelas serta bisa dibandingkan perbedaan puisi lama dan puisi baru beserta contohnya atau kata modernya prosa lama dan prosa baru.

Jenis Jenis Puisi


Jenis Puisi Lama

Pengertian Pantun
Pantun adalah sebuah puisi lama yang terdiri atas 4 baris dalam satu baitnya. Baris pertama dan kedua disebut sampiran, dan baris ketiga dan keempat adalah isi; bersajak a-b-a-b.
Contoh:   Pergi berburu encari ikan
Dapat ikan ikan layur
Biar sobek baju di badan
Asalkan hati bersih dan jujur

Contoh Puisi Lama Seloka
seloka disebut juga pantun berbingkai, yaitu kalimat kedua dan keempat bait pertama diulang kembali pengucapannya menjadi kalimat pertama dan ketiga bait kedua.
Contoh:   Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan,
Di mana hati takkan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan.

Contoh Puisi Lama Syair
Syair mirip dengan pantun yang sama-sama memiliki 4 baris tiap satu bait. Pantun bersajak ab-ab, sedangkan syair bersajak aa-aa.
Contoh:   Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipinpin sang raja nan bijaksana (a)

Contoh Puisi Lama Talibun
Talibun yaitu pantun yang jumlah baris tiap baitnya lebih dari empat buah. Tiap-tiap baitnya selalu berjumlah genap, yakni: 4, 6, 8, 10 dan seterusnya.
Contoh:   Kalau anak pergi ke pecan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu

Contoh Puisi Lama Mantera
Mantera adalah karya sastra lama yang berisi puji-pujian terhadap suatu yang gaib atau yang dianggap keramat. Biasanya diucapkan secara lisan oleh para pawing atau dukun pada saat upacara keagamaan.
Contoh:   mantram gayatri
Om bhur bhuvah swah,
Tat savitur varenyam,
Bhargo devasya dimahi,
Dhoyo yo nah pracodayat.
Artinya: o cahaya bersinar yang telah melhirkan semua loka atau dunia kesadaran, o tuhan yang muncul elalui sinarnya matahari sinarilah budi kami.

Contoh Puisi Lama Gurindam
Gurindam adalah puisi lama yang isi dan tema yang terkandung di dalamnya sama dengan pantun, yaitu sama-sama mengandung nasihat-nasihat, bersifat mendidik, dan berisi tentang agama. Terdiri atas dua baris tiap-tiap baitnya.
Contoh:   Kurang piker kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang (b)
Bagai rumah tiada bertiang (b)
Jika suami tiada berhati lurus (c)
Istrupun kelak menjadi kurus (c)

Contoh Puisi Lama Bidal
Bidal adalah salah satu bentuk puisi lama/puisi melayu. Sekarang ini bidal dapat didefinisikan seagai peribahasa yang mengandung nasihat, peringatan, sindiran, dsb.
Contoh:   Anak nalayan mambaok cangkua, mananam ubi ditanah Derek.
Baban sakoyan dapek dipikua, budi seketek taraso barek.
Artinya: Beban yang berat dapat dipikul, tapi bidi sedikit terasa berat.

Contoh Puisi Lama Tamsil
Tamsil adalah kata-kata kiasan yang bersajak, berirama, dalam bahasa banjar yang disusun sedemikian rupa dalam bentuk baris-baris puisi.
Contoh:   Baudur supan
Bamara takutan
Bagana kada tahan

Contoh Puisi Lama Karmina
Karmina adalah pantun kilat seperti pantun namun sangat pendek.
Contoh :   Dahulu parang, sekarang besi(a)
Dahulu saying, sekarangbenci(a)
Ciri Ciri Puisi Baru
Rizal (2010:75) mengungkapkan, ciri-ciri puisi baru yaitu.
1. Bentuknya rapi, simetris.
2. Mempunyai persajakan akhir (yang teratur).
3. Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain.
4. Sebagian besar puisi empat seuntai.
5. Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
6. Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.
                                                   
Jenis Jenis Puisi Baru

Jenis Puisi Menurut Rizal pada (2010: 84) mengemukakan bahwa fungsi puisi soneta yaitu pada masa lahirnya sonata dipergunakan sebagai alat untuk menyatakan curahan hati.Namun, kini tidak terbatas pada curahan hati semata-mata, melainkan perasaan-perasaan yang lebih luas seperti pernyataan rindu pada tanah air, pergerakan kemajuan kebudayaan, ilham sukma, dan perasaan keagamaan.
Selanjutnya Rizal (2010: 82) mengemukakan pula tentang ciri-ciri puisi sonata sebagai berikut.
1. Terdiri atas 14 baris.
2. Terdiri atas 4 bait, yang terdiri atas 2 quantrain dan 2 terzina.
3. Dua quantrain merupakan sampiran dan merupakan satu kesatuan yang disebut octav.
4. Dua terzina merupakan isi dan merupakan satu kesatuan yang disebut isi, disebut juga sextet.
5. Bagian sampiran biasanya berupa gambaran alam.
6. Sextet berisi curahan atau jawaban ataupun kesimpulan daripada apa yang dilukiskan dalam octav, jadi sifatnya subjektif.
7. Peralihan dari oktav ke sektet disebut volta.
8. Penambahan baris pada sonata disebut koda.
9. Jumlah suku kata dalam tiap-tiap baris biasanya 9-14 suku kata.
10.Rima akhirnya adalah (a-b-b-a), (a-b-b-a), (a-a-a), (a-a-a).
Jenis Puisi Menurut Damayanti pada (2013:78) mengungkapkan, jenis puisi baru berdasarkan isinya menjadi beberapa macam yaitu.
1. Balada:Balada adalah puisi berisi kisah atau cerita.
2. Himne:Himne adalah puisi yang berisi pujian untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan.
3. Ode:Ode adalah puisi yang berisi sanjungan untuk orang, benda, atau perostiwa yang memuliakan.
4. Epigram:Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan atau ajaran hidup.
5. Romance:Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
6. Elegi:Elegi adalah puisi yang berisi ratapan tangis atau kesedihan.
7. Satire :Satire adalah puisi yang berisi sindiran atau kritikan.

Jenis Puisi Menurut Damayanti pada (2013:85), mengemukakan pula jenis puisi menurut bentuknya menjadi beberapa jenis yaitu.
1. Distikon :Distikon merupakan puisi yang tiap baitnya terdiri atas dua baris atau disebut puisi dua seuntai.
2. Terzina:Terzina merupakan puisi yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris atau disebut puisi tiga seuntai.
3. Kuatrain:Kuatrain merupakan puisi yang tiap baitnya terdiri atas empat baris atau disebut puisi empat seuntai.
4. Kuint:Kuint merupakan merupakan puisi yang tiap baitnya terdiri atas lima baris atau disebut puisi lima seuntai.
5. Sektet:Sektet merupakan puisi yang tiap baitnya terdiri atas enam baris atau disebut puisi enam seuntai.
6. Septime:Septime merupakan puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris atau disebut puisi tujuh seuntai.
7. Oktaf atau stanza:Oktaf atau stanza merupakan puisi yang tiap baitnya terdiri atas delapan baris atau disebut delapan tiga seuntai
8. Soneta:Soneta merupakan puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris.

Bagi anda atau saiapa saja yang membaca ulasan infomasi terbaru mengenai tentang seputar Pengertian Jenis Puisi Lama Dan Puisi Baru paling lengkap diatas tersebut,mudah mudahan menjadi ilmu yang berguna serta bermanfaat untuk kita semua.